alliwa

Pengikut

Pemerintah Baru Bencana Baru bagi Indonesia


mediaumat.com. Dua hari setelah pelantikan presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono, Hizbut Tahrir Indonesia menyambutnya dengan pertanyaan Pemerintah Baru ‘Bencana’ Baru bagi Indonesia? yang dikemas dalam acara talkshow Halqoh Islam dan Peradaban, Kamis (22/10) siang di Jakarta.

“Jangan pakai tanda kutip dong kata bencananya,” ujar Pengamat Kebijakan Publik Ichsanuddin Noorsy salah satu pembicara dalam acara talkshow itu. Karena memang pemerintahan SBY jilid II ini akan membawa bencana seperti lima tahun sebelumnya. Hal itu ditandai dengan dipilihnya kembali sosok menteri yang setia dan konsisten dengan kebijakan neoliberal.



Pembicara lain yang meyakini bahwa pemerintahan baru ini tidak akan membawa berkah bahkan akan menimbulkan bencana lebih buruk lagi adalah Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazir, Kepala Jurusan Ilmu Politik UMJ Siswanto Abu Alya, Pengamat Politik LIPI Lili Romli dan Jurubicara HTI Ismail Yusanto.

Marie Elka Pangestu, dia ahli neolibnya perdagangan, sedangkan di bidang fiskal Sri Mulyani. Nah bakal lebih ngeri lagi sekarang menteri pertahanannya Purnomo Yusgiantoro. “Karena kan selama ini Purnomo telah sukses membawa neolib dalam dunia pertambangan, jangan-jangan nanti di dunia pertahanan di-begituin juga,” tandas Fuad.

Sedangkan Siswanto menegaskan nuansa bagi-bagi kue kekuasaan dalam Kabinet Indonesia Bersatu II ini sangat kental ketimbang kapabilitasnya, “Itu terlihat dari bagaimana SBY menempatkan orang-orang dari parpol koalisinya dan siapa saja yang telah berjasa mengumpulkan suara buat SBY, saat pilpres lalu” tandasnya.

Semua dirangkul, bahkan lawan politiknya, Golkar misalnya, turut mendapatkan kursi. Maka hilanglah kekritisan parpol. PDIP yang tidak mendapatkan jatah pun tidak punya nyali untuk bersikap sebagai oposisi. Gerindra dan Hanura, suaranya terlalu kecil jadi tidak ada kekuatan. “Ini tidak sehat karena membuat demokrasi menjadi beku!” tandas Lili.

Ismail pun menegaskan selain pemerintahan DPR-nya pun kental dengan nuansa liberalisme. Hal itu terbukti dengan diproduksinya UU yang sangat liberal diantaranya adalah UU Ketenagalistrikan dan UU Kesehatan. Semua UU liberal tersebut sangat bertentangan dengan syariah.

Jelaslah itu semua akan membawa bencana.Karena merupakan suatu kemutlakan apabila aturan yang dibuat tidak berdasarkan kepada syariah maka akan menimbulkan mudharat atau bencana. “Namun apakah kita akan membiarkan bencana itu berlangsung sampai lima tahun ke depan?” tanya Ismail.

Ismail pun mengutip hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan dua ciri utama kehidupan liberal yang mengundang azab Allah. “Apabila riba dan zina telah nyata-nyata dipraktekkan masyarakat maka sesungguhnya penduduk negeri itu telah menghalalkan dirinya untuk mendapatkan azab Allah” ujar Ismail mengutip hadits.

Oleh karena diperlukan perjuangan penegakan syariah Islam secara politik dan ideologis. Serta menjelaskan sejelas-jelasnya ke tengah-tengah masyarakat bahwa syariah Islam bukanlah ancaman tetapi satu-satunya solusi untuk menolak azab Allah SWT. “Justru dengan sistem yang berlaku seperti sekarang inilah azab itu akan selalu menghantam menduduk yang mayoritas Muslim ini.” pungkas Ismail.[] joko prasetyo

Read More......

“MENTERI HARUS SEHAT”



Pemilihan presiden dan wakil presiden telah usai dilaksanakan, dan berdasarkan perolehan suara terbanyak, maka SBY kembali terpilih dengan didampingi oleh Boediono sebagai wakil presiden yang akan mendampingi SBY hingga lima tahun ke depan.

Dalam menjalankan roda pemerintahan, SBY-Boediono tidak dapat berjalan sendirian. Dalam sistem pemerintahan demokrasi, presiden dan wakil presiden biasanya dibantu oleh beberapa orang menteri dalam rangka menjalankan roda pemerintahan dengan harapan ke depannya roda pemerintahan dapat berjalan sesuai dengan harapan.


Setelah SBY-Boediono terpilih sebagai pasangan presiden dan wakil presiden, maka SBY pun segera menentukan siapa saja yang akan diangkat jadi menteri untuk membantu menjalankan roda pemerintahan.

Sebelum dilaksanakan upacara pelantikan bagi para calon menteri yang telah dipilih oleh presiden, biasanya sudah menjadi tradisi diadakan pemeriksaan kesehatan fisik dan kejiwaan untuk memastikan bahwa para calon menteri yang nantinya akan membantu presiden dan wakil presiden benar-benar dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Hal tersebut tentu saja perlu dilakukan karena kita tentunya tidak ingin punya penguasa yang secara fisik maupun kejiwaan mengalami gangguan. Apa jadinya jika negeri ini dipimpin oleh orang-orang yang bermasalah baik fisik maupun kejiwaannya.

Namun demikian, lebih dari itu, pemeriksaan kesehatan fisik dan kejiwaan tentu saja belum cukup sebagai syarat untuk menjadi menteri. Pasalnya selama ini meskipun telah dilaksanakan pemeriksaan kesehatan “fisik” dan “kejiwaan”, namun tetap saja banyak menteri yang bermasalah dan cenderung menyengsarakan rakyat dalam setiap pelaksanaan kebijakan yang telah diamanahkan kepadanya. Ini tentu saja setidaknya bisa memberikan gambaran kepada kita bahwa sekedar hanya pemeriksaan kesehatan fisik dan kejiwaan saja tidaklah cukup untuk menjamin para calon menteri akan baik dan amanah dalam menjalankan tugasnya selama membantu tugas presiden selama lima tahun ke depan.
Untuk itu, diperlukan beberapa syarat lain yang harus dipenuhi oleh para calon menteri selain sehat fisik dan kejiwaan:

Pertama, para calon menteri haruslah orang-orang yang memiliki aqidah serta keimanan yang kuat kepada Allah SWT. Aqidah dan keimanan terntu saja kedepannya sangat terkait dengan keyakinan dia terhadap Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya, dan meyakini bahwa Allah menyaksikan setiap apa yang telah, sedang dan akan kita perbuat. Sehingga dengan begitu, Aqidah dan keimanan terhadap Allah inilah yang akan mampu mencegah seseorang untuk menjalankan keburukan, korupsi, dll, karena ia merasa diawasi setiap saat oleh Allah SWT. Dengan kata lain para calon menteri harus memiliki ketakwaan yang kuat kepada Allah SWT yaitu berupa sehat aqidah dan keimanan, sehingga ia mampu menjalankan setiap apa yang telah Allah perintahkan dan nenjauhi apa saja yang telah Allah larang/haramkan.

Kedua, menjadikan syariat Allah selalu di depan matanya (sehat syariat). Diakui ataupun tidak, disadari maupun tidak, aktifitas yang tidak didasarkan pada syariat Allah atau pengurusan dan pengaturan dengan tidak menggunakan syariat Allah sudah terbukti telah menimbulkan dampak yang buruk bagi kehidupan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Berbagai musibah yang kini menimpa bangsa ini tidak lain merupakan sebagai suatu teguran dan azab dari Allah SWT karena telah mengabaikan syariat-Nya dalam mengurus dan mengatur kehidupan.

Ketiga, sehat emosi. Ketika seorang menteri keluar dari jalur rel syariat Allah, maka dia wajib menerima koreksian dalam rangka upaya saling menasehati dalam kebenaran dan ketakwaan (tawashaubil haq wa tawashaubishhsobr). Jika emosinya sehat, maka koreksian apapun pasti akan diterima dengan tanagan terbuka demi kemaslahatan dan kebaikan rakyat. Berbeda halnya ketika emosinya tidak sehat, maka akan sulit utnuk menerima koreksian dari orang lain ketika mengalami kekeliruan.

Keempat, sehat sistem. Selama pengaturan dan pengurusan rakyat dilakukan dengan menggunakan sisten sekuler-kapitalis-demokratis, maka sampai kapanpun rakyat akan selalu menjadi objek penderita karena pada kenyataannya sistem tersebut tidak pernah terbukti dan hanya mimpi-mimpi belaka. Suara mayoritas hanyalah selogan saja, karena pada kenyataannya aturan yang dibuat tidak pernah mencerminkan suara terbanyak. Misalnya saja kenaikan BBM, RUU APP, RUU SDA, dll,walaupun rakyat sudah menolaknya tapi tetap saja disahkan. Jadi sebenarnya sistem tersebut tidak lebih hanya sekedar untuk melanggengkan para kapitalis untuk menjajah negeri ini. Tentunya para menteri yang sehat dalam memandang sistem sudah dipastikan tidak akan setuju untuk menjalankan sistem sekuler-kapitalis yang bobrok itu. Hanya sistem Islam lah yang akan menjadi pilihan satu-satunya karena isitem Islam lah satu-satunya sebagai sistem yang sehat dunia dan akhirat.

Siapapun menteri yang menghendaki kebaikan bagi kehidupan rakyat tentu akan menjadikan 4 hal di atas sebagai tolak ukur dirinya utnuk menjadi menteri disamping sehat fisik dan kejiwaan.{Asep Kurniawan(Abdul Hanif)}

*Penulis : Staff pengajar di salah satu sekolah swasta di Kab. Bandung, Aktifis Hizbut Tahrir Indonesia
Redaksi Buletin Cendekia

Read More......

Haram Membiarkan Rakyat Menderita

Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia digemparkan fatwa terbaru dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait dengan masalah maraknya fenomena pengemis dewasa ini. Fatwa MUI tersebut secara tegas menyatakan haramnya mengemis. Tentu saja hal tersebut menjadi pukulan yang luar biasa bagi kalangan pengemis, baik mengemisnya memang karena kebutuhan mendesak untuk memenuhi perut yang keroncongan atau mengemis karena memang sudah menjadi profesi karena tidak adanya lapangan pekerjaan. Fatwa MUI tersebut sedikit-banyak menuai pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat, terutama dari kalangan pengemis itu sendiri. Sejumlah masyarakat yang masih memiliki rasa iba terhadap pengemis setidaknya memperlihatkan kekurangsetujuan terhadap dikeluarkannya fatwa tersebut. Namun, sejumlah masyarakat lainnya menyambut baik fatwa tersebut. Pasalnya, selama ini mereka merasa terganggu dengan semakin menjamurnya profesi pengemis, tidak hanya di perkotaan tetapi juga sampai ke wilayah perkampungan.


Pro-kontra di kalangan masyarakat seputar fatwa MUI tersebut tentu saja sangat beralasan. Alasan paling utama adalah keluarnya fatwa haram mengemis dari MUI tersebut tidak disertai dengan solusi yang tepat untuk menggantikan profesi mengemis tersebut, dengan kata lain tidak diikuti dengan penyediaan lapangan pekerjaan yang memadai untuk menyambung hidup mereka. Lantas siapakah yang salah dan siapa semestinya yang harus bertanggung jawab atas kebutuhan pokok mereka?

Fakta bahwa banyaknya rakyat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan tidak bisa disangkal lagi. Keterpaksaan mereka mengambil jalan mengemis demi memenuhi kebutuhan pokok mereka menjadi bukti kuat tentang bagaimana terpuruknya bangsa ini. Maraknya pengemis saat ini sangat jelas masalahnya, yaitu karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan yang memadai bagi mereka dan masalah ini belum dijadikan masalah utama oleh para penguasa negeri ini. Mereka baru bisa berbicara soal penertiban, tetapi belum bisa memberikan solusi riil bagi permasalahan rakyat miskin dewasa ini.

Sulitnya lapangan pekerjaan saat ini karena kesalahan sistem dan mekanisme ekonomi yang diterapkan. Perekonomian bangsa Indonesia saat ini diserahkan kepada sistem pengelolaan kapitalis yang nyata-nyata suatu sistem yang sampai kapanpun tidak akan pernah memihak kepada rakyat banyak, terlebih bisa menyejahterakan bangsa ini. Inilah akar masalah yang tengah menimpa bangsa Indonesia dewasa ini. Dari sini, jelas kenapa kemudian di negeri ini praktik mengemis menjamur, yaitu karena ketidaktersediaan lapangan pekerjaan yang memadai bagi mereka.

Permasalahan kaum pengemis ini sampai kapanpun tidak akan pernah selesai hanya dengan mengeluarkan fatwa haramnya mengemis tetapi harus ada solusi yang nyata, yaitu solusi yang bisa membuat hidup mereka menjadi sejahtera dan ini jelas menjadi tanggung jawab para penguasa karena fungsi penguasa adalah sebagai pengayom (ri’ayah) bagi rakyatnya. Hal yang harus dilakukan penguasa bangsa ini adalah menciptakan lapangan pekerjaan yang memadai sehingga para pengemis bisa bekerja dengan layak dan terhormat.

Membiarkan rakyat menjadi pengemis adalah bentuk keharaman yang sangat jelas sekaligus menunjukkan ketidakpedulian para penguasa bangsa ini terhadap nasib rakyatnya. Bagaimana tidak, melindungi rakyat dari marabahaya (dhoror) adalah kewajiban penguasa, termasuk bahaya kemiskinan beserta turunannya. Jadi, semestinya fatwa yang tepat dikeluarkan dalam kondisi seperti ini bukan "haram mengemis" tetapi "haram membiarkan rakyat jadi pengemis", karena dengan diterapkannya sistem sekuler kapitalis oleh para penguasa bangsa ini merupakan upaya memiskinkan dan membunuh rakyat secara sistematis.

Ada sejumlah alasan mengapa fatwa MUI yang mengharamkan mengemis itu kurang relevan. Pertama, fatwa tersebut tidak disertai dengan solusi untuk mengatasi permasalahan kebutuhan pokok mereka, yaitu ketersediaan lapangan pekerjaan yang memadai.

Kedua, dengan adanya fatwa tersebut berarti secara tidak langsung sudah membatasi wilayah seseorang untuk beramal dengan sedekah. Bukankah Islam tidak pernah membatasi seseorang untuk bersedekah baik itu kepada orang miskin, pengemis, bahkan kepada orang yang berkecukupan sekalipun. Bahkan Islam telah memerintahkan umatnya untuk memperbanyak sedekah baik dalam keadaan lapang maupun sempit, terlebih pada bulah suci Ramadan yang mulia ini. Jika tidak, akan berlaku Sabda Rasulullah saw., "Barangsiapa yang bangun pada pagi hari sementara ia tidak memperhatikan urusan/kebutuhan kaum Muslimin maka ia bukan termasuk golongan kaum Muslimin".

Ketiga, fatwa tersebut dengan sengaja atau tidak akan membuat kehidupan pengemis dan orang-orang miskin jauh lebih miskin dan menderita karena rantai nafkah mereka telah diputus. Jika begitu, fatwa tersebut secara tidak langsung telah sejalan dengan tujuan sistem kapitalis untuk memiskinkan dan membunuh rakyat secara sistematis.

Semoga kita selalu termasuk ke dalam golongan orang-orang yang selalu memperhatikan dan memenuhi kebutuhan orang lain yang nyata-nyata sedang membutuhkan pertolongan kita, amin. Wallahualam bissawab.***

Penulis,Asep Kurniawan (staf pengajar di salah satu sekolah swasta di Kabupaten Bandung, aktivis Hizbut Tahrir Indonesia).

Read More......

Mubahalah Irena Handono VS Diki Candra


Mubahalah antara Irena Handono dengan Diki Candra difasilitasi oleh Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) yang diketuai KH Athian Ali M Da’i dan disaksikan ratusan umat Islam yang hadir di Masjid Al-Fajri, Cijagra, Bandung.


Ahad, 4 Juli 2009. Ratusan umat Islam dari berbagai wilayah di Bandung, Jawa Barat, tumpah ruah memadati Masjid Al-Fajri, Cijagra. Sejak pagi hari, masjid yang juga markas Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) itu sudah sesak oleh jamaah yang ingin menyaksikan proses mubahalah antara Ustadzah Irena Handono dengan Diki Candra.


Irena Handono adalah mantan biarawati yang sudah menjadi muallaf dan kini memimpin lembaga Irena Center serta aktif sebagai pendakwah. Irena bersyahadat di Masjid Al-Falah Subaraya, di hadapan Ketua MUI Jawa Timur almarhum KH Misbach pada tahun 1983. Sedangkan Diki Candra adalah aktivis Forum ARIMATEA (Advokasi, Rehabilitasi, Imunisasi, Aqidah, Terpadu, Efektif, dan Aktual), sebuah lembaga anti pemurtadan yang namanya kian mencorong belakangan ini.

Kasus mubahalah ini bermula dari pernyataan seorang bernama Imam Safari yang mengaku melihat Irena Handono berpakaian biarawati dan berkalung salib di sebuah gereja di Singapura pada tahun 2007. Pengakuan Imam Safari ini ditulis dalam sebuah surat pernyataan tertanggal 13 September 2008 di atas materai 6000, dengan saksi-saksi: Diki Candra, Nasrul Soeoed, Djoko Hardjanto, Khairul Ghazi, Dzulkifli Nur, dan Jeffry.

Dalam surat pernyataan tersebut, alamat Imam Safari dan gereja yang dimaksud sengaja ditutup/diblok sehingga tak terlihat. Begitu juga dengan keterangan waktu kapan Imam Safari melihat Irena Handono juga tak disebutkan dalam surat pernyataan tersebut.”Ini yang membuat kami bertanya-tanya. Kenapa ditutup-tutupi. Kenapa sampai saat ini tidak disebutkan di gereja mana, kapan, dia melihat ibu Irena,” ujar Sally Setianingsih, aktivis Irena Center.

Setelah surat pernyataan itu dibuat, pada tanggal 21 Februari 2009, Diki Candra memposting satu artikel berjudul “Laporan Hasil Investigasi terhadap Hj. Irena Handono” yang dimuat di website http://forum-arimatea.blogspot.com dan ditandatangani oleh Ketua Umum Forum Arimatea, Habib Muhsin Ahmad Alatas Lc dan Sekjen Diki Candra.”Untuk alasan keamanan dan investigasi yang mendalam, sengaja memang sebagian surat pernyataan itu ditutup,” terang Diki Candra.

Pihak Irena menyayangkan langkah Diki Candra yang memposting laporan tersebut tanpa melakukan tabayyun (konfirmasi). Apalagi, blog tersebut dibaca secara luas oleh masyarakat.”Kenapa tidak melakukan tabayyun dulu? Dalam Islam, kalau dapat berita dari orang yang tidak jelas, harus tabayyun. Apalagi, mengutip pernyataan Habib Muhsin Ahmad Alatas di Majalah Sabili edisi 23 th XVI, Imam Safari yang mengaku melihat saya di sebuah gereja di Singapura adalah kader Islam Liberal dari kalangan NU yang sering bersama Ketua Umum PDS Ruyandi Hutasoit,” kata Irena Handono.

Irena yang kini aktif memberikan berbagai ceramah tentang kristologi dan mengkonter gerakan pemurtadan menambahkan,”berdasarkan pernyataan dari Habib Muhsin Ahmad Alatas ini maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa Imam Safari ini adalah orang fasik. Kembali kepada QS. Al-Hujurat ayat 6, di sini dijelaskan bahwa bila orang fasik membawa suatu berita, maka harus diperiksa dengan teliti si pembawa berita ini,” terang Irena dalam rilis tertulis yang dibagikan kepada pers.

Irena menegaskan, jika Diki mengerti tentang perintah Allah terkait dengan sebuah kesaksian, seharusnya Imam Safari yang mengaku telah melihat dirinya di sebuah gereja di Singapura, dituntut untuk mengajukan tiga orang saksi lainnya yang melihat bersama-sama dan pada waktu bersamaan terkait tuduhan tersebut.”Saya heran dengan sikap Diki. Apalah saya ini yang cuma seorang nenek tua, dituduh sedemikian rupa,” ujar Irena lirih, dalam konferensi Pers di Crowne Plaza, Rabu (1/7).

Menanggapi pernyataan Irena, Diki Candra dalam rilis yang disebarkan kepada media massa mengatakan,”jika Irena cs menyatakan seharusnya ARIMATEA tabayyun langsung ke Irena Handono, maka dalam menghadapi laporan sejenis ini ARIMATEA sudah dan akan melakukan cara tabayyun yang sebenarnya, yaitu menggali dulu informasi, kemudian datang ke Irena Handono untuk meminta klarifikasi atas pengaduan dan data-data yang telah ARIMATEA temukan,” ungkapnya.

Terkait soal berita di blog ARIMATEA, Diki berkilah,”tidak terpikir oleh Sekjen ARIMATEA bahwa blog tersebut akan dibuka oleh semua pihak, selain oleh teman-teman ARIMATEA daerah. Jadi tidak benar tujuan blog tersebut dengan tujuan yang direncanakan untuk mendiskreditkan/pembunuhan karakter Irena Handono,”terang Diki dalam rilis yang dibagikan pada konferensi Pers di Rumah Makan Handayani, Matraman, Jakarta, Selasa (30/6).

Merasa apa yang disebarluaskan oleh ARIMATEA sebagai fitnah tanpa bukti-bukti yang jelas, maka pada 7 Mei 2009 dengan didampingi kuasa hukumnya, secara resmi Irena Handono melaporkan Diki Candra dkk ke Mabes Polri atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik.”Kita menempuh jalur hukum, karena fitnah yang disebarkan Diki sudah mengganggu aktivitas dakwah saya,” tegas Irena. Tiga hari setelah Irena mengajukan laporan ke Mabes Polri, artikel Hasil Investigasi terhadap Irena Handono dihapus dari blog ARIMATEA.

Selain soal pernyataan Imam Safari yang tersebar luas, dalam jumpa pers pada Selasa (30/6), Diki Candra juga mengatakan bahwa dirinya mendapat informasi bahwa Irena Handono memiliki tiga paspor dan tiga Kartu Tanda Penduduk.”Ini sedang kita investigasi terus,” kata Diki yang mengaku akan melakukan investigasi ke imigrasi dan ke gereja di Singapura pada bulan Juli ini.

Benarkah Irena memiliki tiga paspor dan tiga KTP? ”Ini fitnah. Kalau dia mengatakan Irena memiliki tiga paspor, berarti dia telah menuduh pihak imigrasi melakukan pemalsuan. Ini bisa kena kasus hukum lagi,” ujar Muhammad Ihsan, kuasa hukum Irena. “Silakan dibuktikan. Jangan belum benar infonya sudah disebar ke publik! Apa yang dia katakan selalu katanya-katanya, tidak ada faktanya,” tegas Ihsan.

Dalam jumpa pers Irena Center yang dihadiri oleh KH Sulaiman Zachawerus (Garda Umat Islam), KH A Cholil Ridwan (MUI), Nurdiati Akma (Muslimah Peduli Umat), dan tokoh Islam lainnya, Irena Handono menegaskan dirinya sangat heran dengan apa yang dituduhkan oleh Diki Candra. Apalagi, kata Irena, sebelumnya Diki juga pernah bermasalah dengan Tim FAKTA (Forum Anti Pemurtadan) yang dipimpin oleh Abu Deedat Syihabuddin.

Mubahalah pun Terjadi

KH Athian Ali M Dai bisa jadi orang yang sangat tegang ketika mubahalah antara Irena Handono vs Diki Candra terjadi. Maklum, kiai yang cukup disegani di kalangan umat Islam Bandung ini diminta oleh kedua belah pihak untuk menjadi mediator dalam proses mubahalah.”Sungguh ini sangat berat bagi saya. Selama dakwah saya, baru kali ini saya memimpin dan menyaksikan proses mubahalah. Pertanggungjawabannya di hadapan Allah sangat besar. Karena sebagai mediator, saya harus berlaku seadil-adilnya,” ujar Kiai Athian dengan nada suara bergetar.

Sebelum mubahalah berlangsung, dihadapan ratusan jamaah, Kiai Athian menjelaskan kronologis peristiwa, termasuk menelaah setiap informasi terkait kasus ini. Dari kedua belah pihak, Athian mendapatkan data-data persoalan ini. Ia juga sudah mempertemukan Irena dan Diki sebelumnya agar bisa tercapai ishlah.”Saran untuk tercapainya Ishlah sudah kita ajukan. Tapi tidak tercapai. Karena siapa yang salah dan siapa yang benar tidak bisa dibuktikan oleh manusia, maka mubahalah pun menjadi pilihan terakhir,” kata Kiai yang juga pernah menjadi mediator ishlah antara Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dan Ustadz Ja’far Umar Thalib ini.”Mubahalah terjadi agar Allah menunjukan siapa orang munafik di sekeliling kita,” tegasnya.

Awalnya, Kiai Athian menyatakan bahwa mubahalah terjadi antara Irena Handono dengan Imam Safari dan Diki Candra. Namun, sampai acara mubahalah akan dilangsungkan, Imam Safari yang telah menyebarkan berita negatif tentang Irena tak juga menunjukan batang hidungnya.”Karena Imam Safari tidak datang, maka benarlah dugaan selama ini bahwa Imam Safari itu makhluk ghaib,” kata Athian.

Padahal, baik kepada Athian maupun dihadapan pers, sebelumnya Imam Safari pernah menyatakan bahwa dirinya siap bermubahalah.”Bahkan dia pernah mengatakan, kalau ada sumpah yang lebih di atas mubahalah pun dia siap,” ujar Athian yang terlihat kecewa dengan ketidakhadiran Imam Safari.

Alhasil, beberapa saat sebelum adzan Zuhur, mubahalah pun berlangsung. Jamaah yang sudah semakin sesak larut dalam ketegangan dan haru. Irena Handono duduk di hadapan hadirin dengan membawa anak-anak, suami, menantu, dan cucu.”Sesuai dengan apa yang dilakukan Nabi, saya membawa keluarga saya. Termasuk cucu saya yang baru berumur satu bulan. Saya siap mengundang laknat Allah jika saya berdusta,” tegas Irena sebelum sumpah mubahalah dibacakan. Sedangkan Diki Candra yang juga duduk dihadapan hadirin, hanya membawa satu orang istrinya saja dan beberapa pengurus ARIMATEA.

Dua teks mubahalah pun dibagikan oleh Kiai Athian kepada kedua belah pihak. Diki Candra mendapat kesempatan pertama untuk membacakan. Sebelum teks mubahalah dibacakan, Diki yang dalam pernyataan persnya menyatakan siap bermubahalah terhadap ”apa yang ia ketahui” meminta waktu kepada Kiai Athian untuk mengoreksi teks tersebut. Namun, Kiai Athian tetap meminta Diki membacakan teks tersebut, tanpa koreksi.

Diki membacakan teks mubahalah dengan didahului bersumpah atas nama Allah dan memohon laknat jika dirinya berdusta. Begitupun Irena Handono yang mendapat giliran selanjutnya menyatakan hal serupa. Saat pembacaan mubahalah, suasana hening. Jamaah yang hadir nampak tegang. Usai keduanya membacakan sumpah mubahalah, pekik takbir pun menggema di masjid tersebut.

KH A Cholil Ridwan yang hadir sebagai utusan Majelis Ulama Indonesia menutup acara dengan doa yang mengharukan. Dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar, Kiai Cholil memanjatkan doa agar Allah SWT menunjukan kebenaran dan menjauhkan umat Islam dari orang-orang munafik. Sebelumnya, Kiai Cholil menyatakan, mubahalah adalah solusi final untuk mengungkap kebenaran.

Mubahalah berasal dari kata bahlah atau buhlah yang bermakna kutukan atau laknat. Mubahalah menurut istilah adalah dua pihak yang saling memohon dan berdoa kepada Allah supaya menurunkan laknat dan membinasakan pihak yang bathil atau mendustai kebenaran. Mubahalah berlangsung antar kedua belah pihak dengan membawa keluarga masing-masing dan disaksikan oleh kaum muslimin.

Peristiwa mubahalah pernah dilakukan oleh Rasulullah saw terhadap pendeta dari Najran pada tahun ke-9 Hijriyah, seperti disebutkan dalam surah Ali-Imran ayat 61.”Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu. Kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita meminta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.”

Di Indonesia, pada tahun 1930-an, A Hassan, tokoh Persatuan Islam (Persis) juga pernah menantang kelompok Ahmadiyah untuk bermubahalah. Namun tantangan mubahalah itu tak pernah berani dilakukan oleh Ahmadiyah sampai saat ini. Meski begitu, nabi palsu yang juga pentolan Ahmadiyah Mirza Ghulam Ahmad pernah melakukan mubahalah yang berakibat pada tewasnya Mirza Ghulam Ahmad dalam keadaan sakit parah di tempat buang hajat.

Menyikapi kasus Irena Handono vs Diki Candra, sudah seharusnya umat Islam mengambil pelajaran, bahwa setiap tuduhan yang dilakukan terhadap siapa pun, apalagi terhadap aktivis dakwah, harus dibuktikan dengan standar syariat. Jika pembuktian manusia tidak bisa dilakukan, maka mubahalah adalah pilihan terakhir untuk menghilangkan fitnah dan menunjukkan siapa yang berdusta. Wallahu a’lam. (Arta/voa-Islam)

http://www.voa-islam.com/news/indonesia/2009/07/07/154/mubahalah-irena-handono-vs-diki-candra/

Read More......

FUUI Pasilitasi "Mubahallah" Irena Handono-Diki Chandra

Antara - Minggu, Juli 5
Bandung (ANTARA) - Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) memfasilitasi pelaksanaan "Mubahallah" antara Ustadzah Irena Handono dengan Ketua Advokasi Rehabilitasi Imunisasi Aqidah Terpadu Efektif dan Aktual, Diki Chandra, Sabtu.
ADVERTISEMENT

Pelaksanaan cara muhaballah yang dipimpin oleh Ketua FUUI KH Athian Ali Muhammad Dai berlangsung di Mesjid Al-Fazri Jalan Cijagra Kota Bandung.


Mubahallah merupakat perangkat sumpah tertinggi dalam Islam dan pekerjaan dalam syariat Islam yang dapat dilaksanakan untuk memperoleh kebenaran ketika tak satupun bisa membuktikannya.

Momen sumpah terberat yang jarang terjadi itu dilakukan atas permintaan Ny Irena yang merasa difitnah oleh Diki Chandra dan Imam Safari yang melaporkan ustadzah itu memakai pakaian lengkap dengan kalung bersimbol agama yang dianut sebelumnya oleh wanita itu.

Keduanya, Ny Irene dan Diki Chandra mengucapkan sumpah "Demi Allah" untuk meminta laknat Allah SWT bila salah satu dari mereka salah.

Namun, Imam Safari yang dianggap menjadi pelapor kasus itu tidak hadir dalam acara mubahallah itu. Meski demikian Ny Irena tetap menyatakan siap "berhadapan" atau mubahallah dengan Diki.

Hadir pada acara pemutusan hukum secara Islam itu Pengurus MUI dan Ketua Dewan Dakwah Islam KH Khalil Ridwan. Peristiwa langka itu disaksikan sekitar seribu jemaah Mesjid Al-Fajri.

Suasana mubahallah berlangsung sangat khidmat, hening dan menegangkan, Ny Irena didampingi oleh suami, tiga anak dan dua orang cucunya.

Sedangkan Diki Chandra didampingi oleh istri dan pengurus Arimatea, tanpa kehadiran anak. Pria itu membacakan sumpahnya lebih awal. Sebelumnya ia meminta perubahan redaksional sumpah terberat dalam hidupnya itu.

Disusul kemudian oleh sumpah oleh Ny Irena Handoyo yang saat itu mengenakan pakaian berwarna coklat muda dengan suara yang lantang.

Pelaksanaan mubahallah itu dilakukan sekitar satu setengah jam mulai pukul 10.30 WIB berakhir pukul 12.15 WIB. Proses Mubahallah itu diakhiri dengan shalat Dzuhur berjamaah.

"Mubahallah ini merupakan jalan terakhir yang diambil secara Islam untuk menyelesaikan sebuah isu fitnah dimana masing-masing tidak mau mengakui kesalahannya. Ini sumpah terberat namun harus dilakukan untuk menyelamatkan umat," kata KH Athian M Ali Dai.

Ia mengakui peristiwa mubahallah ini merupakan yang pertama kali ditemuinya selama hidupnya. Ia mengaku terpaksa memfasilitasi mubahallah itu demi ketenangan umat dan menyelesaikan kasus yang ada.

"Kami sudah meminta Diki menghadirkan dalam acara Mubahallah ini, namun ternyata tidak ada. Saya tidak yakin Imam Safari itu ada atau tidak ada, semuanya Allah yang maha mengetahui," kata Athian.

Sementara itu Ny Irena seusai proses mubahallah itu, Ny Irena menyatakan lega karena bebannya selama ini sudah diselesaikan melalui mubahallah.

"Sekarang saya lega," kata Ny Irena.

Sementara Diki seusai prosesi itu memilih berdiskusi dengan beberapa pengurus Arematea dan bersama jamaah Masji Al Fajri.

Sementara itu Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia, Kholil Ridwan menyebutkan Mubahallah peristiwa langka yang pernah terjadi di tanah air.

"Jika ada yang berbohong maka yang bersangkutan dan seluruh keluarganya akan mendapat kutukan dari Allah SWT," kata Kholil Ridwan.

Hal itu, kata Kholil untuk meneguhkan pencarian kebenaran yang hakiki. Namun di lain pihak ia mendukung proses hukum yang tengah ditempuh dalam kasus dugaan fitnah dan pembunuhan karakter itu.

"Mubahallah adalah cara sesuai Islam, silakan saja proses hukum dilanjutkan karena itu hak masing-masing pihak," kata Kholil.

Sementara itu, Ketua FUUI, KH Athian berharap peristiwa langka mubahallah ini dilakukan hanya untuk mencari kebenaran hakiki dan hanya dilakukan untuk masalah-masalah berat.

"Terus terang baru sekali ini saya menyaksikannya, meski berat kami berkewajiban memfasilitasi mubahallah ini," kata KH Athian menambahkan.(sumber:http://irena-handono.blogspot.com/2009/07/fuui-fasilitasi-mubahallah-irena.html)

Read More......

Irena Handono Mengajak Diki Candra Mubahalah


Konflik antara Diki Candra dari lembaga Arimatea dengan Irena Handono sepertinya tak lagi bisa dibendung. Setelah kemarin kubu Diki melangsungkan konfrensi pers, hari ini (Rabu 1/7) kubu Irena yang mengundang wartawan untuk menyampaikan klarifikasi sekaligus penegasan soal langkah Irena untuk mengajak kubu Diki melakukan mubahalah.

Mubahalah, menurut KH Khalil Ridwan yang turut hadir di acara ini, merupakan salah satu sunnah Rasulullah saw. ketika dua pihak yang berseteru ingin menentukan siapa yang benar. Dan masing-masing pihak menyertakan keluarga mereka untuk siap mendapat murka Allah berupa adzabNya jika ternyata berada di pihak yang salah. “Ini pernah dilakukan Rasulullah terhadap dua orang nashara dari Najran yang merasa bahwa Rasul salah dalam soal agama.

Ternyata, dua orang Najran itu mengundurkan diri karena takut,” jelas Ustadz Khalil yang juga salah seorang ketua Majelis Ulama Indonesia. Dari pihak Diki, seperti yang tergambar dalam rekaman video yang diputar di acara Irena ini, ajakan mubahalah ini siap untuk ia ikuti.


Sedianya, mubahalah akan dilangsungkan pada tanggal 4 Juli mendatang di salah satu masjid di Bandung. Siap sebagai pengarah acara mubahalah ini adalah Ustadz Athian Ali yang sudah dikonfirmasi oleh pihak Irena Handono.

Kronologi konflik antara Diki Candra dengan Irena Handono yang keduanya sama-sama bergerak dalam lembaga kristologi dengan istitusi yang berbeda bermula dari surat pernyataan seseorang yang bernama Imam Safari. Pada tanggal 13 September 2008, Imam menandatangani sebuah surat pernyataan yang menyatakan bahwa ia melihat Irena Handono keluar dari sebuah gereja di Singapura dan mengenakan busana layaknya seorang biarawati. Dan surat pernyataan ini pun dipublikasi di website Arimatea.

Sejak itu, berbagai pihak termasuk salah seorang pengurus Majelis Ulama Indonesia melakukan konfirmasi kepada Irena. Apa benar Irena murtad? Bahkan, tuduhan tidak sekedar itu, malah berkembang menjadi intrik-intrik. Bahwa, Irena dituduh sebagai penyusup dan mempunyai sebuah misi untuk sengaja dimasukkan ke dalam kelompok Islam oleh pihak-pihak tertentu.

Akibat isu ini, beberapa mualaf yang memang sangat gandrung dengan ceramah-ceramah Irena Handono mulai mengalami goncangan. Bahkan, dua orang remaja yang baru masuk Islam, karena menemukan isu ini, dilaporkan kembali ke agama lama mereka alias murtad. “Akibat isu ini, saya dapat kabar bahwa dua remaja kembali ke agama lama mereka,” ujar Irena dengan nada miris.

Setelah seratus lima puluh hari pihak Irena diam terhadap tuduhan dan isu ini, akhirnya pada Mei lalu, tim pengacara Irena mengadukan Diki Candra selaku Sekjen Lembaga Arimatea dan seseorang yang bernama Imam Safari ke pihak polisi atas tuduhan pencemaran nama baik.

Sebelumnya, beberapa pihak dari lembaga dakwah Islam juga melakukan tabayun dan ishlah terhadap kedua belah pihak. Sayangnya, upaya ini mengalami jalan buntu. Atas nasihat dari beberapa ustadz, di antaranya KH Khalil Ridwan dan Athian Ali, akhirnya jalan mubahalah ini diambil.

Beberapa tokoh hadir di acara konferensi pers oleh pihak Irena Handono untuk memberikan kesaksian tentang pribadi Irena yang tidak mungkin seperti yang dituduhkan oleh isu tersebut. Di antara mereka Ningrum Maurice dari Daarut Tauhid, Nurdiyati Akma dari Muslimah Peduli Umat, Ratna Zuhry dari Komunitas Muslimah untuk Kajian Islam, Kemal Faisal Ferik dari Komunitas Cinta Ilahi, dan KH Sulaiman Zachawerus dari Garda Umat Islam. mnh (eramuslim)
Irena Handono Laporkan Diki Candra Cs ke Mabes Polri
Irena Handono didampingi Tim Pembela hukumnya mengajukan laporan pengaduan (LP) tindak pidana Fitnah yang dilakukan oleh Diki Candra Cs. Di rencanakan Irena bersama pengacaranya akan melapor ke mabes Polri siang nanti (7/5) Pukul 13.00 WIB.

Diki akan di tuntut dengan beberapa pasal tentang Menista dan Mencemarkan nama baik, sebagaimana dikualifisir melanggar Pasal 310 Ayat (1), Ayat (2) KUHP Jo. Pasal 311 KUHP Jo. Pasal 335 KUHP Jo. Pasal 55 KUHP Jo. Pasal 27 Ayat (3), Pasal 28 Ayat (2) UU No.11 Tahun 2008, tentang informasi dan transaksi elektronik. Tindakan-tindakan fitnah ini patut diduga dilakukan bersama-sama secara sistematis oleh Imam Safari, Diki Candra, Nasrul S, Djoko Hardjanto, Khairul G, Dzulkifli M, Jeffry dan Habib Muchsin Ahmad Alatas dari lembaga ARIMATEA.

Fitnah tersebut di buat dengan kalimat, "Bahwa saya telah melihat Ustazah Irene Handono di suatu gereja di Singapura dengan berpakaian biarawati dan mengenakan kalung salib serta asesoris pakaian biarawati Katholik. Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa dia adalah ibu Irene Handono" dalam surat pernyataan Imam Safari tertanggal 13 September 2008 yang dipersaksikan dan ditanda-tangani oleh enam orang dari Arimatea, yakni: Diki Candra, Nasrul S, Djoko Hardjanto, Khairul G, Dzulkifli M, Jeffry.

Menurut Irene, Perbuatan-perbuatan fitnah tersebut berakibat merusak kepercayaan dan menghancurkan, reputasi dan nama baik. Tindakan ini juga bertendensi mengadu domba dan memfitnah para aktifis dan tokoh Islam lainnya sehingga berpotensi memecah belah ukhuwah Islam yang sangat merugikan umat Islam. Tindakan ini mirip tindakan Snouch Hurgronje yang menyusup dan mengkhianati masyarakat Islam Aceh di zaman penjajahan Belanda dulu.

sumber : http://suara-islam.com/index.php/Nasional/Irena-Handono-


Read More......

Al-Fatih Sang Pembebas Konstantinopel


Oleh: Anis Yunus (Bologer www.penulispembebasan.blogspot.com)

“Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada dibawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (HR. Ahmad)

Sobat pasti sudah tidak asing lagi dengan hadits di atas, hmm!! hadits tersebut merupakan basyarah nubuwah yang menyatakan bahwa konstantinopel (sekarang Istambul) akan jatuh ketangan kaum Muslimin. Selama beberapa abad hadits tersebut menjadi motivasi bagi umat Islam untuk segera membebaskan konstantinopel, hingga pada akhirnya, 8 abad kemudian yakni pada tahun 1453 M Konstantinopel dapat ditaklukan oleh Sultan muda dari ke-Khilafah Turki Utsmani yang bernama Muhammad Al-Fatih.
Muhammad Al-Fatih memang bukan khalifah pertama yang berusaha untuk membebaskan konstantinopel. Upaya pertama untuk membebaskan Konstantinopel terjadi pada masa Muawiyah bin Abu Sufyan (668M). secara bertahap, kaum Muslimin berhasil merebut Asia Minor dari tangan Byzantium, dan pada tahun 673 M melakukan pengepungan terhadap Konstantinopel. Namun, Byzantium kemudian berhasil memukul mundur kaum Muslimin sehingga upaya awal penaklukan kota ini tidak berhasil.



Salah satu sahabat Nabi Saw. yang ikut berjihad dalam pasukan ini adalah Abu Ayyub Al-Anshari ra. Pada saat mengikuti peperangan ini, usia beliau mencapai 80 tahun. Beliau meninggal pada saat berlangsungnya pengepungan konstantinopel. Sebelum meninggal beliau berpesan agar jasadnya dikuburkan dititik terjauh yang bisa dicapai kaum muslimin. Maka kaum muslimin kemudian menyelinap dan menguburkan beliau persis di sisi tembok benteng Konstantinopel. Makam ini kelak ditemukan kembali setelah Konstantinopel berhasil di kuasai oleh Muhammad II Al- Fatih hampir 800 tahun kemudian. Subhanallah!!!
Setelah pengepungan yang pertama untuk merebut Konstantinopel, kaum Muslimin terus berupaya merebut kota ini dalam berbagai kesempatan. Mereka kembali berusaha merebut kota ini pada masa Bani Umayyah, Bani Abbasiyyah, dan terakhir pada masa Turki Utsmani.

Muhammad Al-fatih?
Anak zaman sekarang mungkin tak banyak tahu mengenai Muhammad Al-fatih bahkan mendengar namanya pun belum pernah sama sekali. Mereka lebih mengetahui pahlawan-pahlawan super hero boongan yang setiap saat bisa di saksikan kehebataannya lewat pesawat Televisi, yang sengaja di pertontonkan kaum kafir barat untuk mencekoki pemikiran generasi muda supaya kita lupa terhadap para pahlawan sejati kaum muslimin yang lebih hebat dari Bat Man, Super Man dan Men-men yang lainnya.. he3x…oke men kalo ingin mengetahui siapa sebenarnya Muhammad Al-Fatih baca terus artikel ini sampai beres!
Muhammad II (kelak dijuliki Muhammad Al-Fatih) dilahirkan pada tanggal 20 April 1429 M, bertepatan dengan 26 Rajab 833 H. Ibunya yang diduga merupakan seorang budak denga asal-usul agama Kristen bernama Turki Hatun bin Abdullah. Muhammad II merupakan putra ke tiga Sultan Murad. Semasa kecilnya Muhammad Al-Fatih termasuk anak yang susah menerima pelajaran tapi bukan berarti ia bodoh. Sebetulnya beliau sangat cerdas hanya saja ia tidak pernah mau menaati guru-gurunya. Sampai akhirnya Sultan Murad berusaha mencari seorang ulama sekaligus guru yang memiliki karisma yang tinggi serta sikap yang tegas. Akhirnya Murad menghadirkan Syaikh Ahmad bin IsmailAl-Kurani, seorang ulama Kurdi, untuk menjadi guru bagi anaknya. Sejak saat itu Muhammad kecil patuh dan hormat terhadap gurunya. Melalui tahap-tahap pendidikan yang sungguh-sungguh, Muhammad II menguasai berbagai macam ilmu pengetahuan dan ketertarikannya terhadap ilmu pengetahuan tidak pernah pudar sejak saat itu. Ia menguasai dengan baik bahas Turki, Arab, Persia, Yunani, latin, dan Hebrew.
Selain dari Ahmad Al-Kurani, Muhammad Al-fatih juga belajar dari Syaikh Ibnu Al-Tamjid, seorang shalih ahli sya’ir yang menguasai bahasa Arab dan Persia, Syaikh Khairuddin dan Syaikh Sirajuddin Al-Halbi, serta para ulama lainnya. Belakangan ada seorang syaikh lagi, yaitu Aaq Syamsuddin, yang bersama-sama Al-kurani merupakan dua orang syaikh yang paling berpengaruh dan paling dipercaya oleh Sultan Muhammad Al-Fatih.
Dari mereka semua, Muhammad muda belajar ilmu-ilmu agama, bahasa, keterampilan fisik, geografi, falak, dan sejarah. Ketika usia beliau 19 tahun beliau diangkat menjadi khalifah Turki. Wuih…hebat kan? Usia 19 tahun udah menjadi penguasa Turki.

Konstantinopel
Kota konstantinopel merupakan pusat peradaban Kristen kedua setelah Roma.lho kok bisa?... jadi ceritanya gini: pada tahun 395 M, Kerajaan Romawi terpecah menjadi dua, Romawi Barat yang berpusat di Roma (bukan nama penyanyi dangdut dan bukan pula nama biscuit he3x…) dan Romawi Timur atau Byzantium yang berpusat di Konstantinopel. Bukan hanya bercrai secara politik, kedua wilayah kerajaan ini juga mewakili perseteruan sengit dua pecahan gereja Kristen, yaitu gereja Katholik Roma serta gereja Ortodoks Yunani (Byzantium) yang senantiasa terlibat konflik satusamalain.
Konstantinopel terletak di pertemuan dua benua yang paling banyak menyumbang peradaban besar sepanjang sejarah, yaitu benua Asia dan Eropa-tentu saja tanpa menafikan sumbangan Afrika dengan Mesir kunonya. Kota ini dibelah oleh celah laut sempit, yaitu Selat Bosporus yang bersumber dari Laut Tengah (Mediterania), menjorok dalam ke daratan, dan berhimpun di Laut Hitam. Sebagian kota ini berada di belahan Eropa, sementara laut yang memisahkan kedua bagian ini tidak lebih lebar dari sebuah sungai besar.
Pada abad pertengahan konstantinopel merupakan kota paling strategis di dunia. Sehingga saking straregisnya ada ungkapan, “ seandainya dunia ini berbentuk satu kerajaan, maka konstantinopel akan menjadi kota yang paling cocok untuk menjadi ibu kotanya”. Kondisi yang strategis ini membuat konstantinopel berkali-kali menjadi sasaran bangsa/kerajaan-kerajaan lain. Bangsa-bangsa yang pernah menyerang kota ini antaralain Gothik, Avars, Persia, Bulgar, Rusia, Khazar, dll.

Kisah Penaklukan Terbesar Sepanjang Sejarah
Motivasi kaum Muslimin untuk menaklukan kota ini bukan semata-mata karena nilai strategisnya bukan pula untuk menjajah bangsa lain seperti yang dilakukan oleh kerajaan-kerajaan Romawi,Yunani dan bangsa-bangsa non muslim lainnya. Penaklukan-penaklukan yang di lakukan oleh kaum muslimin adalah untuk menebarkan Islam sebagai Rahmatan Lil`alamiin (Rahmat bagi seluruh alam). Jihad (perang) dan dakwah merupakan politik luar negri Negara khilafah untuk keadilan dan kesejahteraan umat manusia muslim maupun non muslim. Berbeda halnya dengan politik luar negri Negara kapitalis saat ini yakni untuk menjajah alias merampok kekayaan alam yang dimiliki oleh Negara taklukannya.
Pada tanggal 23 Maret 1453 Sultan Muhammad II brangkat ke Konstantinopel dengan membawa 150 ribu pasukan dan 400 buah kapal.. tepat pada hari kamis 5 April 1453 pasukan Al-Fatih sampai di Konstantinopel. Pada hari jumat 6 April 1453, Sultan dan seluruh pasukannya melaksanakan shalat Jumat berjamaah, gema takbir berkumandang ketika 150 ribu pasukan melaksanakan shalat di belakang sultan mereka tak ayal hal ini membuat Byzantium gemetar karena khawatir dan takut. Dan pikiran mereka takluk sebelum tubuh mereka.
Tepat setelah shalat jumat Sultan memulai serangannya ke Konstantinopel, selama enam hingga tujuh pekan berikutnya perang terus berlanjut nyaris tanpa henti. Namun ternyata setelah beberapa kali digempur pertahanan konstantinopel sangat kuat sehingga tak mudah untuk di jebol. Akhirnya Sultan Muhammad dalam sebuah pertemuan dengan para petinggi militer melontarkan ide yang kemudian menjadi sangat terkenal dalam penaklukan Konstantinopel. Ide tersebut adalah memindahkan kapal-kapal pasukannya melalui Galata ke Golden Horn. Karena titik strategis pertahanan laut musuh berada di Golden Horn. Sementara itu jalur masuk ketempat ini terhalang sepenuhnya oleh rantai berat yang merintangi kapal.
Pada malam hari tanggal 21 April 1453 M, Sultan memerintahkan untuk mengangkut kapal lewat darat. Panjang jalur yang hendak di tempuh mencapai 3 mil. Batang pohon untuk bantalan kapal dilumuri minyak, ribuan tentara serta sapi-sapi dikerahkan untuk menarik kapal-kapal ini.
Keesokan paginya orang-orang Kristen kaget melihat 70 kapal turki berada di wilayah Golden Horn sehingga membuat mereka heran sekaligus ketakutan. Kota Konstantinopel benar-benar terkepung dari berbagai arah, seraanganpun dilakukan bertubi-tubi sehingga makin memperlemah pertahanan Byzantium. Akhirnya, haribersejarah itu tiba. Selasa 29 Mei 1453 M, serangan besar-besaran dimulai. Akhirnya denga izin Allah Konstantinopel dapat ditaklukan 8 abad setelah Basyarah Nubuwwah terucap melalui lisan Rosulullah Saw.
Sementara itu, penduduk kota berbondong-bondong pergi ke gereja Hagi Sophia untuk berlindung. Sultan kemudian memberi jaminan keamanan pada mereka untuk tetap hidup sesuai agama mereka. Hagia Sophia sendiri di tetapkan oleh Sultan sebagai masjid bagi kaum Muslimin dan Sultan melaksanakan shalat jumatnya di mesjid ini.
Para pejuang kaum Muslimin tidak menganiaya terhadap musuh yang sudah tidak berdaya lagi karena memang hal ini diperintahkan oleh Rosulullah. Sehingga membuat masyarakat dikota Konstantinopel yang tadinya benci terhadap Islam dan kaum muslimin berubah menjadi simpati maka tak sedikit orang Kristen dikota tersebut yang masuk Islam. Penulis non-muslim yang bernama Nicolle dan Angus McBride mengatakan dalam sebuah bukunya: “Mereka (kaum Muslim) mungkin keras dan disiplin dalam pertempuran, tapi juga manusiawi dan simpatik pada agama lain pada masa-masa damai.”

Janji Allah
Sahabat apakah kamu tahu ternyata masih ada lho janji Allah yang belum terrealisasikan. Pingin tahu?...berikut ini penulis kutip dua hadis yang diriwayat kan oleh imam Ahmad.
Hadis pertama, bahwa Rosulullah Saw. bersabda: “ Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya Jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikutu manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) yang zalim; ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan (kerajaan) dictator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Allah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. “ Beliau kemudian diam.” (HR. Ahmad dan al-Banzar)

Hadis kedua, dari Abu Qubail, ia menuturkan; “(pada suatu ketika) kami bersama Abdullah bin Amr bin al-Ash, dia ditanya tentang mana yang akan terkalahkan lebih dahulu, antara dua Negri, Konstantinopel atau Romawi kemudia ia meminta petinya yang sudah agak lusuh. Lalu ia mengeluarkan sebuah kitab,” Abu Qubail melanjutkan kisahnya; “ lalu Abdullah menceritakan, “ Suatu ketika, kami sedang menulis di sisi Rosulullah Saw. tiba-tiba beliau di Tanya, “ mana yang terkalahka lebih dulu, Konstantinopel atau Romawi?” Beliau menjawab, “Kota Herakliuslah yang akan terkalahkan lebih dulu,” maksudnya adalah Konstantinopel.”
(HR. Ahmad, Ad-Darimi, Al Hakim).

Hadis yang pertama menjelaskan bahwa akan kembalinya ke Khilafahan Islam yang mengikuti manhaj kenabian. Artinya setelah Negara Khilafah Islamiyah diruntuhkan melalui makar orang-orang kafir yang dimotori oleh Inggris dan Yahudi melalui tangan Kemal ataturk tahun 1924. maka setelah berakhirnya kekuasaan dictator akan berdiri kembali Negara Khilafah yang menjalan kan syariah Islam secara konprenhensif (menyeluruh). Yang akan menjadi Negara Adidaya untuk memimpin dunia menuju keadilan dan kesejahteraan.
Hadis kedua, menyatakan bahwa, setelah Kontantinopel di taklukan maka selanjutnya adalah Roma yang merupakan pusat kekuasaan Kristen saat ini akan ditaklukan pula. Tetunya penaklukan Roma ini tidak akan terjadi kalau tidak ada institusi Negara yang ril untuk menyerukan jihad fisabilillah maka tiadalain Negara tersebut adalah Daulah Khilafah Raasyidah.
Sahabat… itulah sebagian janji Allah yang suatu saat nanti akan terwujud yakni berdirinya Khilafah yang sesuai dengan manhaj kenabian dan ditaklukannya Roma. Sahabat… Allah sekali-kali tidak akan ikar terhadap janji-Nya marilah kita sambut janji Allah ini dengan tetap berjuang demi kemulian Islam. Maukah kita turut menjadi aktor bagi terlaksananya janji Allah tersebut? Jawabannya tentusaja harus alias wajib…!. Wallahu `Alam

Bahan yang menjadi Sumber tulisan ini adalah buku yang ditulis oleh kang Alwi Alatas yang berjudul ‘Al-FAtih Sang Penakluk Konstantinopel’ di terbitkan oleh Zikrul Hakim. Cetakan 1 jumadil Tsani 1426 H/ juli 2005

Read More......