bantuan datang
bantuan kemanusiaan menghampiri
kami perlu bantuan kemanusiaan itu tapi akan menjadi segera menjadi debu kami: pemuda-pemuda yang terluka, ibu-ibu yang terluka, anak-anak yang terluka lalu diobati …
sembuh …
bisa berlari kembali …
lalu … untuk dibantai lagi …
LAGI!
Mereka berteriak agar penjajah itu dilenyapkan!
Bukan luka mereka saja yang disembuhkan!
Luka sembuh, penjajah tetap berdiri tegak dengan senjata ….
Perut menjadi kenyang, penjajah tetap menatap meludahi, melecehkan …
Mereka berteriak,
dimana tentara Indonesia?!
dimana tentara Mesir?!
dimana tentara Saudi Arabia?!
dimana tentara Yordania?!
dimana tentara Iran?!
dimana tentara Uni Emirat Arab?!
dimana tentara kaum muslimin?!
dimana pemimpin kaum muslimin?!
dimana kholifah yang kami damba?!
Segeralah hadir khilafah yang kami damba!
Mereka berteriak agar penjajah itu dilenyapkan!
Agar luka kami sembuh
hidup kami sembuh
peradaban Islam sembuh
kaum muslimin seluruh dunia sembuh!
Lalu … jaya kembali …
lalu … keagungan kembali …
kesejahteraan & keadilan sejati kembali
by: nafiisah fb (www.alpenprosa.wordpress.com)
Akhir dari Sebuah Penantian Panjang
PenulisPembebasan, Jumat, 26 Desember 2008Penantian akan akhir sebuah perjuangan
Kian lama kian memuncak
Tabir kemenangan semakin nyata
Ya…sebentar lagi dahaga itu kan lenyap
Revolusi kebangkitan tak bisa ditawar lagi
Sudah menjadi harga mati
Yang kian lama kian pasti
Pikiran, peluh, dan air mata menjadi sahabat sejati
Mengiringi perjuangan yang hakiki
Debu-debu jalanan menjadi saksi langkah yg penuh dengan janji suci
Rabb…ku yakin akan janjiMu
Kami kan menikmati kesejukan nur hidayahMu
Kan kucicipi lezatnya berazam dengan dienMu
Kan kukepakkan sayapku dan tak sabar untuk terbang mengelilingi jagad raya
Kan kukatakan pada dunia
Bahwa hukumMu memang yang sempurna
Kini saatnya kupacu langkah, segera berlari untuk meraih semuanya
by:Zinnirah Yogyakarta, 25 Februari ‘08.Sumber:www.alpenprosa.wordpress.com



