Pengikut

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

bantuan datang

bantuan kemanusiaan menghampiri

kami perlu bantuan kemanusiaan itu tapi akan menjadi segera menjadi debu kami: pemuda-pemuda yang terluka, ibu-ibu yang terluka, anak-anak yang terluka lalu diobati …

sembuh …

bisa berlari kembali …

lalu … untuk dibantai lagi …

LAGI!

Mereka berteriak agar penjajah itu dilenyapkan!

Bukan luka mereka saja yang disembuhkan!

Luka sembuh, penjajah tetap berdiri tegak dengan senjata ….

Perut menjadi kenyang, penjajah tetap menatap meludahi, melecehkan …

Mereka berteriak,

dimana tentara Indonesia?!

dimana tentara Mesir?!

dimana tentara Saudi Arabia?!

dimana tentara Yordania?!

dimana tentara Iran?!

dimana tentara Uni Emirat Arab?!

dimana tentara kaum muslimin?!

dimana pemimpin kaum muslimin?!

dimana kholifah yang kami damba?!

Segeralah hadir khilafah yang kami damba!

Mereka berteriak agar penjajah itu dilenyapkan!

Agar luka kami sembuh

hidup kami sembuh

peradaban Islam sembuh

kaum muslimin seluruh dunia sembuh!

Lalu … jaya kembali …

lalu … keagungan kembali …

kesejahteraan & keadilan sejati kembali

by: nafiisah fb (www.alpenprosa.wordpress.com)

Read More......

Akhir dari Sebuah Penantian Panjang

Penantian akan akhir sebuah perjuangan

Kian lama kian memuncak

Tabir kemenangan semakin nyata

Ya…sebentar lagi dahaga itu kan lenyap

Revolusi kebangkitan tak bisa ditawar lagi

Sudah menjadi harga mati

Yang kian lama kian pasti

Pikiran, peluh, dan air mata menjadi sahabat sejati

Mengiringi perjuangan yang hakiki

Debu-debu jalanan menjadi saksi langkah yg penuh dengan janji suci

Rabb…ku yakin akan janjiMu

Kami kan menikmati kesejukan nur hidayahMu

Kan kucicipi lezatnya berazam dengan dienMu

Kan kukepakkan sayapku dan tak sabar untuk terbang mengelilingi jagad raya

Kan kukatakan pada dunia

Bahwa hukumMu memang yang sempurna

Kini saatnya kupacu langkah, segera berlari untuk meraih semuanya

by:Zinnirah Yogyakarta, 25 Februari ‘08.Sumber:www.alpenprosa.wordpress.com

Read More......